Pages

Kamis, 12 Agustus 2010

Alangkah senang hati jika kamu kejatuhan duit, mobil, emas, atau apalahlah dari langit yang bikin kamu tambah kaya. Coba kalo kamu kejatuhan KOTORAN BURUNG!!! Bukan hati yang senang bukan juga tambah kaya tapi yang ada sengsara menantimu di depan. . .ARGGGH!!!

Ya begitulah nasibku siang ini.
Udah siang ini panasnya ga ketulungan. Eh malah dapat tragedi yang bakal mengancam keindahan dan kesehatan rambutku (lebay mode on)

Jadi gini ceritanya :
Habis rapat P7G di depan sekolah -ga bisa masuk karena sekolah ada audit2 ga jelas..hehe, banyak tuh para satria ganesha yang terlantar di depan sekolahnya sendiri gara2 kegiatan audit ini-, rencana aku mau les tapi tiba-tiba Rizka Olimp menanyakan padaku tentang juklak GSO. Yang awalnya aku berdiri lalu mencari tempat duduk di bawah pohon -beda sama yang kududuki waktu rapat tadi-. Aku mencari-cari juklak GSO di dalam satu bendel macam2 kertas mulai dari subsie MOSI, PMR hingga GSO. Biasanya ni juklak selalu ada di dalam satu bendel itu entah kenapa hari ini ga ada. Selang beberapa menit, tiba-tiba "PLUKK" terasa di atas kepalaku. Ku kira buah kering jatuh. Ketika ku pegang kepalaku, ku merasakan rasa lembek-lembek gitu..yucks. Yang ternyata adalah kotoran burung. Dan kutengok ke atas ternyata ada sarang burung di pohon itu. Arggh sial. Sebel. Temen-temen pada ketawa. Cepat aku cari-cari tissue, ternyata pada nggak punya, aku sendiri lupa bawa. Alhamdulillah Ika bawa handuk kecil. Langsung aja ku bersihkan kotoran itu dari rambutku. Tahu ga kotorannya banyak banget! Ga cukup sekali dua kali ku usapkan handuk ke rambutku.

Gara-gara kejadian ini aku ga jadi les. Ga mungkin kan ku langsung datang les dengan keadaan yang seperti itu, mana belum sholat dzuhur lagi. Awalnya Gema nawarin aku buat keramas di kos-kosannya. Awalnya ku ga mau, gilaa aja masak cewek mandi di kos-kosan cowok. Tapi ternyata kos2annya sepi, hanya dia sendiri. Lalu ku pikir, boleh juga tuh, aku jadi bisa les n sholat di Neutron. Ku minta pendapat Nurul. Dia mengiyakan dan dia mau nemenin aku sekalian dia juga mau nemenin Ika beli sandal di deket kos2an Gema. Tapi aku masih ragu. Lalu Virqin nawarin aku buat keramas di rumahnya. Betul juga, bisa tuh kan rumah cewek jadi bisa sedikit leluasa pikirku. Aku jadi bingung. Lalu aku putuskan untuk cepat pulang aja dan nggak les, keramas dan sholat di rumah. Karena ga mungkin membutuhkan waktu yang sedikit untuk membersihkan kotoran ini sedangkan les udah mulai.

Sesampainya di rumah
Ku langsung lepas jaket dan tas, dan siap-siap buat keramas. Karena habis dari luar yang begitu panas, ku menunggu beberapa menit lagi. Walaupun udah ga tahan, aku mencoba sabar. Soalnya kan ga baik dari panas2an langsung kena air. Setelah lewat lima belas menit ku langsung keramas. Nggak tanggung2 ku keramas sampai 5X. Selesainya ku mengeringkan rambutku, ku coba mencium rambutku bekas kotoran tadi nempel. tapi masih ada sedikit bau ga enak. Aku masuk kamar mandi buat keramas lagi. Ahh senangnya hatiku setelah keluar dari kamar mandi ga ada bau kotoran burung lagi. Ku coba tanya mamaku untuk memastikan, dan alhamdulillah udah ga ada.

Dasar Burung!!!Sebel!!!
Tapi ku coba sabar, ini kan bulan Ramadhan. Mungkin ini cobaan dari Allah buatku. ^^

1 komentar:

TITIEN mengatakan...

hahaha,sabar ya tante..
coba waktu itu aku jg datang rapat,pasti aku ikutan ketawa terpingkal-pingkal.. :p
Ya di jadiin pelajaran aja,besok2 kalo mau duduk di bawah pohon,lihat2 dulu ya ada sarang burung nya apa gak..hehe

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Cheerful Blog. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.