Pages

Tampilkan postingan dengan label Mimpiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, dengan ikhlas aku mengucapkan selamat tinggal kepada cita-citaku sejak kecil. Semoga ini keputusan yang terbaik. Bye-bye kedokteran.

Ayo songsong masa depan yang cerah. YES!!

Jumat, 25 Juni 2010

Ku tak mengerti kenapa orangtuaku membiarkan aku pergi liburan ke bali sendiri daripada ku naik gunung bersama teman-teman. Maksudnya sendiri ke bali bukan benar2 sendiri, jadi kelompok pengajian mamaku ngadain ziarah ke bali tapi dari daftar kunjungan yang kulihat hampir kayak widyawisata ku dulu ke bali (ini ziarah ato jalan2 sih bu? ^0^). Ku dititipkan ama tetanggaku soalnya mamaku ga ikut -ga boleh ma bapakku. .ntar kecapekkan-. Gila. Walau ku deket ma tetanggaku itu tapi ga enak to ya pergi ke luar pulau tanpa mama ato temen2. Yah emang sih naik gunung terlalu berisiko buat anak cewek, itu yang mereka pikirkan. Tapi ku suka klo udah berhubungan dengan alam. Dari sd ku pengen ikut pecinta alam. Tapi apa daya waktu ku ijin ikut Gaputa (PAnya SMAGA) mamaku ngelarang.

Ya Allah semoga suatu saat nanti orangtuaku membolehkan aku untuk naik gunung. Ku pengin satu kali aja mendaki gunung. Walaupun ku pernah pergi ke Gunung Bromo, tapi tau kan klo tu Gunung udah dibuat untuk berwisata -karena udah dibuatkan tangga- bukan untuk pendakian seperti di gunung2 lainnya.

Semoga mimpiku ini bisa terlaksana. Amin Ya Rabbal Alamin

Kamis, 24 Juni 2010

Hari Ini. . .
Hari ini seharusnya mimpi itu tercapai
Mimpi yang sudah lama ada di dalam pikiran dan anganku
hingga masuk ke relung jiwaku
Namun mimpi itu harus lepas untuk hari ini
Atau mungkin untuk hari-hariku ke depan?
Tidak!!
Ku tidak mau melepas mimpi ini
Ku harus bisa menggapai mimpi ini
Ku tidak mau melihat mimpi ini hilang tak berbekas
tanpa ku berjuang untuk meraihnya
Namun apakah sebuah mimpi bisa tercapai tanpa ada dukungan dari orang-orang terkasih?
Atau kita harus melepas mimpi tertinggi kita demi orang-orang terkasih?

Rabu, 23 Juni 2010

Sudah dari kecil ku bercita-cita menjadi dokter. Hanya satu cita-citaku itu sampai smp. Sampai ku ikut dokter kecil dan PMR (sampai sekarang masih). Namun sejak SMA ku mulai mengenal bidang kimia. Mulai masuk SMA bapakku ingin agar aku bisa masuk Teknik Kimia. Awalnya ku pikir ah kimia, ku ga tertarik, ga menyenangkan. Ku tetap bercita-cita menjadi dokter. Tapi sejak ku ikut ekstra MOSI dan KIR Kimia -yang waktu itu ku hanya iseng2 dan ikut2an temen- ku jadi senang dengan bidang ini. Semakin ku belajar kimia rasa cintaku pun bertambah *lebay, padahal pelajaran kimia juga ga selalu dapet bagus*. Aku suka klo ku udah melakukan percobaan2 kimia bersama teman2. Bahkan ku sampe pernah terkena bahan kimianya (ini gara2 tetua. grrr). Alhasil ku jadi pengin masuk Teknik Kimia. Namun ku juga bimbang ku masih ingin menjadi dokter. Ya emang untuk sekolah di kedokteran membutuhkan biaya mahal. Sedangkan aku bukan dari kalangan berada.

Universitas yang kuingini sejak dulu yaitu UGM. Ya jadi mahasiswa fakultas kedokteran UGM. Tapi setelah ku ingin masuk Teknik Kimia, ITB lah tujuanku. Apalagi setelah ku membaca buku Gading-Gading Ganesha karya Darmawan Wibisono (alste -alumni SMAGA), ku semakin ingin masuk institut tersebut. Apalagi ku suka dengan hal2 baru, ku ingin mencoba hidup di Bandung. Kalo di Jogja kan udah pernah melihat keadaan kotanya karena mbakku kuliah di jogja jadi waktu liburan ku sering ke kota ini. Sedangkan ku hanya pernah sekali ke kota Bandung, itupun waktu widyawisata SMP hanya mampir ke beberapa tempat.

Sekarang aku udah -mau lebih tepatnya- kelas XII. Dan aku udah disuruh Bapakku untuk menentukan satu pilihan, mau di ITB atau UGM dan tentunya kedokteran atau Teknik Kimia. Bapak berkata, "Boleh kamu masuk di kedokteran, masalah uang biar bapak yang urus tapi yang mau jadi dokter tu banyak, jadi harus ahli, dan dari pembuktian bapak dokter sukses itu yang udah berkiprah lama dan dia dokter spesialis. Sedangkan klo kamu di teknik bisa jadi sukses muda" (ah sok tau bapakku ini,,hehehe). Tapi apa yang dikatakan bapakku ada benarnya juga rata-rata dokter muda belajar lagi untuk mengambil spesialis. Pernah mamaku menawari ku untuk masuk di FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) di salah satu Universitas di Makassar sana. Gara2 ada adik dari guru ngajiku yang kuliah disana. Ga tau alasan mendetailnya apa. Tapi gila jauh banget Makassar mbok!! Tapi entah kenapa ku kurang sreg klo di FKG walaupun kayaknya seru juga sih, ku lebih suka jadi dokter anak. Kan lucu tu tiap hari berinteraksi dengan anak2 kecil.

Ku tak tahu sekarang. Ku harus menentukan pilihan. Pernah ku berpikir untuk kuliah di kedua jurusan tersebut (Hanya orang hebat yang bisa melakukannya, ku pernah baca ada orang yang seperti itu. Gilaa!). Tapi itu gak mungkin bagiku. Ku suka dua-duanya. Apakah ku harus melepas mimpi lamaku dan menjalani mimpi baruku? Karena kita perlu satu mimpi agar kita bisa fokus dalam perjalanan untuk mencapainya.
 
Copyright (c) 2010 Cheerful Blog. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.