Pages

Tampilkan postingan dengan label kata bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata bijak. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

1. Janganlah engkau melihat pada kecilnya dosa, tapi lihatlah terhadap siapa engkau bermaksiat. Hindarkan dosa kecil karena akan tumbuh besar

2. Allah SWT menciptakan malaikat dengan akal tanpa nafsu, binatang dengan nafsu akal dan Allah ciptakan manusia dengan keduanya. Jika manusia lebih utamakan akal daripada nafsu, maka dia lebih mulia daripada malaikat, sebaliknya jika manusia lebih utamakan nafsu daripada akal maka dia lebih hina daripada binatang.

3. Pandanglah orang di bawahmu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu karena itu akan lebih latak bagimu untuk tidak menghinakenikmatan Allah untukmu (HR. Muslim)

4. Malaikat jibril turun pada nabi dalam bentuk yang sangat tampan, lalu berkata “ Allah kirim salam padamu dan berfirman: Hai Muhammad Aku telah mewahyukan pada dunia supaya berpahit2, bersukar2, berkeruh2 dan berseempit2 pada para waliku supaya mereka lebih suka bertemu padaKu, sebab aku jadikan dunia sebagai PENJARA untuk para waliku (mukmin) dan SURGA bagi musuh2ku (Kafir) (Al Baihaqi)

5. Kebiasaan berterimakasih dengan tulus dan sungguh2 adalah ciri orang rendah hati, karena orang yang sombong amat berat untuk mengakui kebaikan orang lain.

6. Kebanyakan orang sulit mengatakan terimakasih dan minta maaf jika salah. Orang baik bukannya orang yang tak pernah berbuat salah tetapi orang yang : 1. Cepat memperbaiki kesalahan yang ia perbuat, 2. Mohon ampun kepada Allah, 3. Mohon maaf kepada yang bersangkutan, 4. Banyak melakukan kebaikan2, 5. Tidak mengulang kesalahan yang sama, 6. Berjiwa besar untuk mau diluruskan.

7. Attirmidzi & Albaihaqi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Dermawan itu dekat dengan Allah SWT, dekat pada orang2, dekat dari surga jauh dari api neraka dan orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari api surga, dekat dari api neraka. Dan orang bodoh yang dermawan lebih dikasihani Allah daripada Ahli ibadah yang bakhil/kikir. Kata Jibril, secinta apapun kita dengan dunia pasti kita akan berpisah dan kita pasti akan mati.

8. Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesugguhnya Dia adalah Maha Pengampun (Q.S. 71. Nuuh:10) Barangsiapa yang senantiasa memperbanyak beristighfar maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka2.

9. Bila hati bersih, bersih pula akhlaknya, bila hati bercahaya, mulialah cara bicaranya. Bila hati sehat, terjagalah lisan ucapan katanya, bila hati terjaga Nur-NYA, baiklah semua jalan hidupnya. Hati adalah lentera hidup, maka Jauhkan dari penyakit hati. Baik tidaknya seseorang coba lihat hati dan lidahnya.

10. Sesungguhnya marah adalah suatu alat patri (stempel) dari neraka jahanam, Allah meletakkannya dalam hati perasaan seseorang jika marah, merah mukanya, muram wajahnya, tegang tali urat syarafnya (Al Hakim). Di neraka ada pintu yang tidak dimasuki kecuali oleh orang yang memuaskan marahnya, dalam suatu hal yang memurkakan Allah (Attirmidzi) tetapi siapa yang dapat menahan marahnya karena Alllah, maka Allah akan menghindarkan dari siksaanNya (Atthabarani). Berbahagialah orang yang dapat menahan marah.

Minggu, 11 Juli 2010

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu: "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua: "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu: "Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua: "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu: "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua: "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu: "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri : mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu: "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua: "Benar sekali anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua: "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu: "Pak Tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua: "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu: "Contohnya?"
Pak Tua: "Mainkan permainan yang paling kamu senangi waktu kecil dulu."

Lalu tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu: "Pak Tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya, semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria."

"Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran."

Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."
 
Copyright (c) 2010 Cheerful Blog. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.